Sistem Informasi Cegah dan Antisipasi Kanker Leher Rahim

Kenali, Cegah, dan Lakukan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim.

Selamat datang di SI CANTIK (Sistem Informasi Cegah dan Antisipasi Kanker Leher Rahim), media informasi digital yang menyediakan edukasi mengenai kanker leher rahim, pencegahan, serta layanan skrining di Kabupaten Rote Ndao.

Fakta & Permasalahan

Mengapa Kanker Leher Rahim Menjadi Ancaman?

Berdasarkan data GLOBOCAN 2022, kanker leher rahim merupakan masalah kesehatan utama bagi perempuan di Indonesia.

Peringkat 2

Kanker terbanyak pada perempuan setelah kanker payudara.

36.964

Estimasi kasus baru setiap tahun (16,8% dari seluruh kasus kanker pada perempuan).

20.708

Kematian setiap tahunnya, menjadikannya penyebab kematian terbanyak kedua akibat kanker.

"Tingginya angka kasus dan kematian ini menunjukkan bahwa kanker leher rahim masih menjadi ancaman serius, meskipun sebagian besar kasus sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi HPV dan dideteksi sejak dini."

Apa itu Kanker Leher Rahim?

Kanker leher rahim (kanker serviks) adalah kanker yang tumbuh pada leher rahim (serviks), yaitu bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina. Sebagian besar disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV) risiko tinggi yang berlangsung dalam waktu lama.

Kanker leher rahim dapat dicegah.

Dapat ditemukan sejak dini melalui skrining.

Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang untuk sembuh.

Penyebab & Faktor Risiko

Penyebab Utama

Infeksi Human Papillomavirus (HPV) risiko tinggi.

Faktor Risiko

  • Menikah atau aktif seksual pada usia muda.
  • Berganti pasangan seksual.
  • Merokok.
  • Daya tahan tubuh rendah.
  • Tidak pernah melakukan skrining.
  • Tidak mendapatkan vaksin HPV.

Peringatan Penting

Pada stadium awal, kanker leher rahim biasanya tidak menimbulkan gejala.

Tanda dan Gejala Lanjut

Apabila penyakit berkembang, dapat muncul tanda-tanda berikut:

Perdarahan setelah berhubungan seksual.
Perdarahan di luar masa menstruasi.
Keputihan berbau dan bercampur darah.
Nyeri panggul.
Nyeri saat berhubungan seksual.

Jika mengalami gejala tersebut, segera periksa ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

Cara Pencegahan

  • Melakukan vaksinasi HPV.
  • Tidak merokok.
  • Menjaga kebersihan organ reproduksi.
  • Menjalani pola hidup sehat.
  • Melakukan skrining secara rutin.

Deteksi Dini

Metode Skrining Kanker Leher Rahim

Skrining bertujuan menemukan perubahan sel sebelum berkembang menjadi kanker sehingga dapat segera ditangani.

Siapa yang dianjurkan skrining?
Perempuan usia 30–69 tahun

HPV DNA Co-Testing IVA

Adalah metode deteksi dini yang menggabungkan dua pemeriksaan dalam satu rangkaian skrining. Bertujuan meningkatkan ketepatan deteksi perubahan pada leher rahim sehingga kelainan dapat ditemukan lebih dini.

1
Tes HPV DNA

Pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan virus HPV risiko tinggi. Mampu mendeteksi infeksi bahkan sebelum muncul perubahan sel atau gejala.

Keunggulan:
  • Mendeteksi penyebab utama secara langsung (tipe 16 & 18).
  • Sensitivitas lebih tinggi dibanding metode lain.
  • Perlindungan lebih lama jika hasil negatif.
2
IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat)

Pemeriksaan leher rahim menggunakan larutan asam asetat 3–5%. Tenaga kesehatan akan mengamati adanya perubahan warna putih (acetowhite) yang mengindikasikan lesi prakanker.

Mengapa dilakukan Co-Testing?
Meningkatkan akurasi Deteksi HPV & perubahan sel sekaligus Tindak lanjut lebih tepat Penanganan lebih cepat

Persiapan

Sebelum melakukan skrining, pastikan Anda memenuhi kriteria berikut:

  • Wanita usia 30-69 tahun.
  • Tidak sedang menstruasi (minimal 1 minggu setelah selesai).
  • Tidak sedang hamil.
  • Tidak berhubungan seksual 24–48 jam sebelum pemeriksaan.
  • Tidak menggunakan obat atau cairan pembersih vagina.
  • Datang sesuai jadwal pelayanan.

Alur Pemeriksaan

1
Datang & Registrasi

Ke Puskesmas terdekat.

2
Konseling & Sampel

Pengambilan sampel oleh Nakes.

3
Uji Lab

Sampel dikirim ke laboratorium.

4
Hasil & Tindak Lanjut

Informasi hasil dan tindakan.

Penting pada Tahap Awal (Inspekulo)

Bila pada pemeriksaan awal ditemukan kecurigaan adanya kanker, pasien akan langsung dirujuk ke Dokter Spesialis (Sp.OG Onkologi) untuk pemeriksaan lanjutan (kolposkopi/pap smear).

Penjelasan Algoritma

Apa Arti Hasil Pemeriksaan Anda?

Apabila hasil inspekulo normal, alur pemeriksaan disesuaikan dengan status menopause pasien.

1. Perempuan Sudah Menopause

Dilakukan pemeriksaan DNA HPV saja.

DNA HPV Negatif

Tidak ditemukan infeksi HPV risiko tinggi. Skrining diulang setelah 10 tahun.

DNA HPV Positif

Ada infeksi HPV risiko tinggi. Pasien dirujuk untuk kolposkopi guna mengecek kelainan pada leher rahim.

2. Perempuan Belum Menopause

Dilakukan Co-Testing (DNA HPV + IVA).

HPV - IVA -

Risiko Rendah: Skrining diulang setelah 10 tahun.

HPV + IVA -

Cek tipe HPV:

Tipe selain 16/18 → Ulang IVA 3 tahun lagi.
Tipe 16 atau 18 → Ulang IVA 1 tahun lagi (risiko tinggi).
HPV - IVA +

Tindakan: Terapi krioterapi/thermal ablation. Ulang IVA 6 bulan pasca tindakan.

HPV + IVA +

Tindakan: Terapi krioterapi/thermal ablation. Ulang IVA 6 bulan pasca tindakan.

Catatan Khusus (HIV/AIDS): Pemeriksaan DNA HPV dilakukan setiap 3 tahun. Jika positif, periksa IVA tiap tahun, dan DNA HPV diulang tiap 3 tahun hingga negatif.

Lokasi Pelayanan

Pelayanan skrining tersedia di:

Seluruh Puskesmas di Kab. Rote Ndao

Buka pada setiap jam pelayanan operasional.

Tanya Jawab (FAQ)

Tidak. Pemeriksaan hanya berlangsung beberapa menit dan umumnya hanya menimbulkan rasa tidak nyaman ringan.

Tidak, pemeriksaannya gratis. Anda cukup membawa KTP untuk registrasi di puskesmas terdekat.

Ya, sangat perlu. Skrining dilakukan justru sebelum muncul gejala agar sel abnormal dapat ditangani sebelum menjadi kanker.

Video Edukasi